Pergerakan Pangan Murah (GPM) serentak di seluruh kecamatan adalah sebuah inisiatif dari pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk menstabilkan harga komoditas pangan dan membantu masyarakat, khususnya yang berpendapatan rendah, mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Acara ini biasanya diselenggarakan secara massal di berbagai lokasi pada waktu yang bersamaan. Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan karena beberapa alasan utama. Pertama, untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok yang sering terjadi akibat inflasi, spekulasi, atau gangguan rantai pasok. Ketika harga naik, daya beli masyarakat menurun, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan terbatas. GPM membantu menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Kedua, untuk menekan angka inflasi. Dengan menyediakan komoditas di bawah harga pasar, pemerintah dapat mengendalikan laju inflasi yang berlebihan, yang pada akhirnya akan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) melibatkan berbagai pihak dan mengikuti beberapa tahapan: Koordinasi dan Perencanaan, Penyiapan Komoditas, Distribusi, Pelaksanaan di Lapangan,
Peran Berbagai Pihak: Pemerintah Pusat Berperan sebagai koordinator utama yang menetapkan kebijakan, menyediakan stok, dan mengawasi jalannya GPM. Pemerintah Daerah Bertanggung jawab dalam pelaksanaan di lapangan. Mereka mengidentifikasi lokasi, mengurus perizinan, dan memobilisasi masyarakat. Bulog Menyediakan stok komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng. Masyarakat: Sebagai penerima manfaat. Kehadiran mereka memastikan bahwa bantuan ini sampai ke tangan yang membutuhkan.
Gerakan Pangan Murah (GPM) terbukti efektif dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Harga yang lebih rendah memungkinkan masyarakat menghemat pengeluaran untuk bahan pokok, yang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Ini juga mengirimkan sinyal kepada pasar bahwa pemerintah aktif dalam mengendalikan harga, yang dapat mencegah spekulan menaikkan harga secara tidak wajar. Meskipun sukses, GPM sering dianggap sebagai solusi jangka pendek. Untuk mengatasi masalah pangan secara berkelanjutan, perlu ada program jangka panjang seperti stabilisasi rantai pasok, dukungan kepada petani, dan peningkatan produktivitas pangan nasional. GPM adalah salah satu alat penting dalam portofolio kebijakan pangan pemerintah, tetapi bukan satu-satunya. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Sumobito , Sabtu (30/08/2025)