SUMOBITO, [26 Mei 2026 )– Pemerintah Desa (Pemdes) Mantra, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, resmi membuka kegiatan Pelatihan Budidaya Ayam Unggul Balitnak (ULU) bagi warga dan kelompok peternak lokal. Kegiatan yang bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun Anggaran (TA) 2026 ini digelar di Aula Kecamatan Sumobito. Program ini diinisiasi sebagai langkah strategis Pemdes Mantra dalam upaya ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat pasca-pandemi melalui sektor peternakan yang produktif dan bernilai jual tinggi. Ayam ULU (Ayam Unggul Balitnak) dipilih sebagai komoditas utama dalam pelatihan ini karena memiliki berbagai keunggulan komparatif dibanding ayam kampung biasa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Mantra menjelaskan urgensi pemilihan ras ayam ini. Ayam ULU ini punya masa panen yang relatif cepat, sekitar 8 hingga 10 minggu, dan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit sangat kuat. Karakteristik dagingnya pun disukai pasar karena mirip ayam kampung asli. Kami ingin warga Desa Mantra tidak sekadar beternak, tapi menjadi peternak yang cerdas dan mandiri secara ekonomi," ujar Kepala Desa Mantra. Pelatihan yang berlangsung selama [dua) Hari hari ini menghadirkan instruktur ahli dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang serta praktisi peternakan sukses. Para peserta dibekali dengan materi komprehensif yang meliputi: Teknik pembuatan kandang yang ideal, higienis, dan ramah lingkungan agar tidak mengganggu pemukiman warga, Formula pakan alternatif berbasis bahan lokal untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi nutrisi ayam, Prosedur vaksinasi, pengenalan gejala penyakit, dan pemberian vitamin secara berkala. Strategi penjualan hasil panen, baik berupa daging konsumsi maupun kemitraan dengan sektor kuliner di wilayah Sumobito dan sekitarnya. Selain pemaparan teori di dalam ruangan, para peserta juga diajak langsung melakukan praktik lapangan (field trip) mulai dari penanganan DOC (Day Old Chicken), teknik pemanas (brooding), hingga cara pencampuran pakan yang efektif. Sebagai wujud komitmen keberlanjutan program TA 2026 ini, Pemdes Mantra tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyalurkan bantuan stimulus modal kerja kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus pelatihan. Setiap kelompok peternak atau peserta mendapatkan bantuan berupa bibit DOC Ayam ULU, pakan pemula (starter), serta paket obat-obatan dan vaksin. Camat Sumobito yang turut hadir memantau jalannya pelatihan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Desa Mantra. Beliau berharap program ketahanan pangan TA 2026 ini dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kecamatan Sumobito untuk menciptakan klaster ekonomi peternakan yang kuat di tingkat kecamatan