SUMOBITO, JOMBANG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kecamatan Sumobito memadati Lapangan Sumobito. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan mengusung tema penguatan hak-hak pekerja lokal dan peningkatan kesejahteraan keluarga buruh. Acara yang berlangsung tertib ini diawali dengan orasi damai dan doa bersama bagi kemajuan dunia ketenagakerjaan di wilayah Jombang, khususnya Kecamatan Sumobito yang merupakan salah satu sentra industri kecil dan menengah. Dalam orasinya, perwakilan pengurus FSBSI Sumobito menyampaikan beberapa poin krusial yang menjadi aspirasi para anggotanya: Kepastian Upah Layak:Menuntut penyesuaian upah yang seimbang dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, Perlindungan Jaminan Sosial: Mendorong seluruh pelaku usaha di Sumobito untuk memastikan pegawainya terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Penolakan Praktik Kerja Outsorcing yang tidak adil: Menekankan pentingnya status kerja yang jelas demi masa depan buruh. Berbeda dengan aksi di kota-kota besar yang kerap diwarnai ketegangan, peringatan di Lapangan Sumobito ini justru kental dengan nuansa kekeluargaan. Selain orasi, panitia juga menyelenggarakan kegiatan simbolis berupa pemberian santunan kepada anak yatim dari keluarga buruh dan pembagian paket sembako murah. Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sumobito bersama unsur TNI tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar pasar dan lapangan tetap lancar. Hingga berita ini diturunkan, massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyerahkan pernyataan sikap kepada otoritas setempat. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan para pengusaha untuk lebih memperhatikan nasib para "pahlawan ekonomi" yang menjadi penggerak roda industri di wilayah Sumobito. Kegiatan berlangsung secara kondusif dengan mengedepankan dialog dan solidaritas antarpekerja, menjauhkan kesan anarkis dalam menyampaikan aspirasi. esakan atas upah layak, kepastian jaminan sosial (BPJS), dan penghapusan sistem kerja yang merugikan buruh di sektor industri lokal Sumobito. acara diwarnai dengan kegiatan sosial seperti santunan dan pembagian sembako, menunjukkan bahwa organisasi buruh juga berperan sebagai jaring pengaman sosial bagi anggotanya. Adanya koordinasi yang baik antara massa buruh dengan aparat keamanan (TNI/Polri) memastikan roda ekonomi dan lalu lintas di sekitar area Sumobito tetap berjalan normal selama aksi berlangsung. Peringatan ini menegaskan peran penting buruh sebagai penggerak ekonomi di Sumobito sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah dan pengusaha untuk memberikan perlindungan hak yang sebanding dengan kontribusi para pekerja.