SUMIBITO,JOMBANG – Ratusan jamaah berpakaian serba hijau memadati Masjid NU Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, pada [Hari/Tanggal]. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk memperingati Hari lahir (harlah) Muslimat Nahdatul Ulama yang ke-80. Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung semangat kemandirian dan pengabdian tanpa batas bagi umat. Gema selawat dan pembacaan istigasah mengawali rangkaian kegiatan, menciptakan suasana spiritual yang kental di lingkungan masjid kebanggaan warga Trawasan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumobito menekankan bahwa usia 80 tahun bukanlah sekadar angka, melainkan bukti ketangguhan kaum perempuan NU dalam menjaga tradisi aswaja serta berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa.
"Muslimat NU di Desa Trawasan harus terus menjadi garda terdepan dalam membimbing keluarga dan masyarakat. Di usia ke-80 ini, kita dituntut untuk lebih adaptif terhadap zaman namun tetap teguh pada nilai-nilai keislaman," ujarnya di hadapan para jamaah. Peringatan Harlah di Masjid NU Trawasan kali ini juga diisi dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, antara lain: Khataman Al-Qur'an: Dilaksanakan serentak oleh para ibu-ibu Muslimat sejak pagi hari, Santunan Sosial: Pemberian bantuan kepada warga kurang mampu dan lansia di sekitar Desa Trawasan sebagai wujud kepedulian nyata, Mauidzah Hasanah: Tausiyah agama yang menekankan peran penting ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak di era digital. Kepala Desa Trawasan yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan pengurus Muslimat. Menurutnya, keberadaan Muslimat NU sangat membantu program-pogram pemerintah desa, terutama dalam bidang pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang didirikan pada tahun 1946 ini. Para jamaah kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah doa penutup, membawa semangat baru untuk terus berkhidmat di lingkungan masing-masing. Peringatan Harlah ke-80 ini menjadi bukti bahwa Muslimat NU Sumobito tetap eksis dan solid dalam menjaga kerukunan serta meningkatkan kualitas SDM perempuan di tingkat akar rumput. Acara ini menjadi momentum syukur atas usia ke-80 organisasi, sekaligus menegaskan peran strategis perempuan Nahdliyin dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tingkat desa. Kegiatan diisi dengan pembacaan istigasah, selawat, dan khataman Al-Qur'an, yang memperkuat identitas religius jamaah di wilayah Trawasan, Perayaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata berupa santunan kepada warga kurang mampu dan lansia, mempertegas fungsi sosial Muslimat NU, Tausiyah dalam acara menekankan agar anggota Muslimat tetap menjadi sosok ibu yang tangguh sebagai madrasah pertama bagi anak-anak di tengah tantangan zaman modern, Kehadiran tokoh masyarakat dan pemerintah desa menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara organisasi keagamaan dan unsur pemerintah dalam membangun masyarakat Sumobito yang harmonis, Harlah ke-80 di Masjid NU Trawasan membuktikan bahwa Muslimat NU tetap konsisten sebagai pilar penting dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, dan pengabdian sosial di masyarakat.