Safari Ramadan ini diikuti oleh jajaran pengurus NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan ibadah dan tausiyah keagamaan.Kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama. Kegiatan Safari Ramadan MWC NU Sumobito tahun ini dibagi menjadi empat zona pelaksanaan agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan jamaah di Kecamatan Sumobito. Untuk zona keempat, rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada Jumat (14/3/2026) di Masjid At-Taqwa, Desa Brudu, Kecamatan Sumobito.

 Malam tersebut sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian Safari Ramadan MWC NU Sumobito tahun ini yang bertepatan dengan malam ke-25 Ramadan.Selain pengurus NU, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Sumobito,Ahmad Haris serta unsur pemerintah kecamatan. Camat Sumobito, Heru Cahyono, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan meningkatkan amal ibadah dan mempererat kebersamaan.“Kita semua diberi kesempatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari salat Isya hingga Tarawih bersama. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadan. Selain itu, Camat Sumobito juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta menghindari penggunaan petasan yang dapat membahayakan.“Kita harus lebih berhati-hati menjelang Idul Fitri. Jangan sampai menyalakan petasan karena di beberapa daerah sudah ada korban akibat ledakan petasan.

 Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi peran anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang turut membantu menjaga keamanan lingkungan selama bulan Ramadan, termasuk di wilayah Desa Badas dan sejumlah desa lain di Kecamatan Sumobito. Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sumobito, M. Nasrulloh, S.Ag., M.S.i, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.“Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, kami berharap masyarakat terus menjaga kerukunan dan kebersamaan antar umat beragama.

 Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Kiai Fattah Hilah. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan memohon ampun kepada Allah SWT.“Selagi kita masih berada di bulan Ramadan, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memohon ampun kepada Allah. Kesempatan ini jangan sampai disia-siakan,” tutur Kiai Fattah di hadapan para jamaah. Rangkaian Safari Ramadan MWC NU Sumobito ditutup dengan doa bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara ulama, pemerintah, dan warga di wilayah Kecamatan Sumobito